Kemendikdasmen Dorong Deep Learning dan AI di Sekolah Demi SDM Unggul 2045

Oleh FDT, 5 Jul 2025
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkenalkan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam ke dalam sistem pendidikan nasional. Konsep ini dihadirkan sebagai salah satu langkah strategis untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Jadi saat membaca, anak itu tidak hanya membaca tapi juga tahu makna dari apa yang dibaca,” jelas Direktur SMP Kemendikdasmen, Mega Hapsari, dalam kegiatan resmi di Gedung A Kemendikdasmen, Kamis, 15 Mei 2025.

Dengan pendekatan ini, siswa didorong untuk mampu berpikir logis (logical thinking), berpikir kreatif, dan yang terpenting, mampu memecahkan masalah (problem solving). Pembelajaran tidak lagi sekadar mengejar hafalan, melainkan pemahaman mendalam terhadap konsep dan realita kehidupan sehari-hari.

Mega menambahkan bahwa pendekatan deep learning akan dikaitkan langsung dengan kedekatan siswa terhadap perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI) dan coding. Kedua aspek ini dirancang menjadi mata pelajaran pilihan yang akan diperkenalkan secara bertahap di sekolah.

“Anak-anak harus punya semangat dan usaha dalam menyongsong Indonesia Emas. Jadi bukan Indonesia Cemas ya,” ujar Mega dengan penuh optimisme.

Menurutnya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) akan sangat menentukan bagaimana arah bangsa ini pada 2045 mendatang. Untuk itu, sistem pendidikan Indonesia tidak bisa berjalan dengan cara lama.

“2045 ini masih ada waktu, tapi kita enggak bisa terus merasa bahwa ini masih lama. Justru ini harus disiapkan dari sekarang,” tegas Mega.

Langkah Kemendikdasmen ini sejalan dengan visi nasional yang menargetkan terciptanya generasi unggul, berdaya saing global, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi serta kompleksitas tantangan masa depan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © KabarMingguan.com
All rights reserved