UI Kembangkan Online Map Penyebaran Covid-19 di Indonesia
Oleh Writer, 21 Maret 2020
Para ahli dan peneliti dari Universitas Indonesia (UI) berhasil membuat peta online yang menampilkan penyebaran Covid-19 di negara Indonesia. Peta online ini berguna untuk membantu pemerintah menentukan area rawan infeksi baru dari virus Corona.
Kabar baiknya, peta ini tersedia untuk umum, yang menunjukkan lokasi pasien Covid-19 positif serta daerah sekitarnya yang rentan terhadap penularan virus tersebut. Bahkan di peta online tersebut juga menunjukkan lokasi orang-orang yang berada di bawah pengawasan umum serta di bawah pengawasan. Anda bisa mengakses peta online ini di situs web ini.
Menurut Wakil Rektor Riset dan Inovasi UI, Abdul Haris, Covid-19 telah menjadi pandemi global, oleh karena itu, pihaknya ingin berkontribusi untuk mengembangkan peta yang menunjukkan penyebaran penyakit secara akurat.
Online Map penyebaran Covid-19 ini mengklasifikasikan wilayah berdasarkan kerentanannya terhadap penyakit: rendah, sedang, dan tinggi.
Adapun indikator yang digunakan untuk menentukan status mereka adalah:
Jumlah pasien di daerah tertentu.
Kepadatan populasi.
Konektivitas transportasi umum, halte bus maupun stasiun kereta api.
Jadi, daerah yang dikategorikan sangat rentan atau zona merah adalah daerah yang memiliki sejumlah besar pasien, dengan konektivitas transportasi umum yang tinggi, dan kepadatan penduduk yang tinggi pula.
Data yang tersedia di dalam online map penyebaran Covid-19 ini dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah Jakarta dan pemerintah Jawa Barat.
Abdul menyebutkan, online map penyebaran Covid-19 ini pertama kali dikembangkan oleh Ardiansyah, Peneliti dari Departemen Geografi Universitas Indonesia. Selain Ardiansyah, peneliti lain dari Sekolah Kedokteran UI, Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Sekolah Ilmu Komputer juga turut berkontribusi untuk mengembangkan peta online ini.
Online map ini rencananya akan disukung oleh Telkom Indonesia. Kabarnya, Telkom sebagai penyedia layanan seluler terbesar di negara ini akan menggunakan data besarnya untuk mendukung portal ini. Demikian yang diungkapkan oleh Abdul pada Kamis (19/3/2020).
Artikel Terkait
Artikel Lainnya