RajaKomen
Antara Kasus Korupsi Dana Bansos & Tragedi Penembakan 6 Laskar Anggota FPI

Antara Kasus Korupsi Dana Bansos & Tragedi Penembakan 6 Laskar Anggota FPI

18 Des 2020
643x
Ditulis oleh : Writer

Berita tentang kasus korupsi bansos covid sepertinya mulai meredup, karena adanya kasus penembakan 6 laskar FPI tidak lama setelah Menteri Sosial dijadikan tersangka oleh KPK. Apakah ini memang skenario mereka untuk mengalihkan isu pemberitaan tentang korupsi dana bansos oleh Menteri Sosial yang berasal dari kader PDIP?

Kalau fokus kita beralih ke penembakan 6 orang, itu artinya kita menari mengikuti gendang yang ditabuh rezim. Penembakan fpi sampai 6 orang meninggal, sepertinya adalah upaya pengalihan isu korupsi mensos yang berasal dari PDIP.

Kasus korupsi ini hanya 3 harian saja sebelum dimulainya pilkada serentak. Mereka (PDIP) sepertinya takut kandidat bupati, walikota atau gubernur yang diusung akan kalah gara-gara ramainya pembicaraan korupsi. Karena kasus ini bukan sembarang korupsi tapi ini korupsi bantuan sosial masyarakat yang saat ini sedang kesulitan hidupnya karena imbas covid-19.

Kita ramaikan kasus korupsi ini lagi agar publik tidak terkecoh oleh pengalihan isu lain. Karena semua kasus korupsi yang berhubungan dengan partai tersebut biasanya akan lama sekali prosesnya, bahkan hukumannya pun selalu terasa sangat ringan tidak sesuai dengan perbuatannya yang telah sangat merugikan rakyat bahkan negara.

Kasus penembakan 6 laskar FPI juga pun jangan sampai luput dari pengawasan, karena itu merupakan kasus pelanggaran HAM yang sangat berat. Jadi keduanya harus tetap dipantau sampai dimana kasusnya dan bagaimana proses hukumnya.

Mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara yang kini berstatus tersangka, disebut KPK diduga ’menilap’ Rp 10 ribu per paket bansos Covid-19, yang nilainya Rp 300 ribu per paket. Namun, Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) , Boyamin Saiman, menduga fee yang didapat Mensos Juliari bisa sampai Rp33 ribu. Dengan rincian yang dikorup dari barang senilai Rp 28 ribu,  dan dari goody bag juga dikorupsi sekitar Rp 5.000. 

Dari fee Rp 10 ribu per paket itu, total akumulasi dana korupsi yang dinikmati Juliari diduga mencapai Rp 17 miliar.

Sementara Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) punya perhitungan lain. Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menduga fee yang didapat Juliari lebih dari Rp 10 ribu per paket seperti yang disebut KPK.

”Kalau berapa kira-kira gambarannya per paket yang dikorupsi, dugaannya dari hitung-hitunganku adalah Rp 28 ribu ditambah Rp 5.000 adalah Rp 33 ribu,” kata Boyamin di Jakarta, Kamis (10/12/2020). Boyamin pun menjelaskan rincian dana yang dianggarkan semula Rp 300 ribu per paket bansos hingga diduga dikorupsi lebih dari Rp 10 ribu.

Menurutnya, dugaan itu dia dapatkan dari survei harga barang yang beredar di pasaran.

”Jadi anggaran kan Rp 300 ribu, terus dipotong Rp 15 ribu untuk transpor, Rp 15 ribu untuk tas goody bag. Jadi seakan-akan pemborong mendapatkan Rp 270 ribu.

Lalu sampai dimanakah kasus korupsi dana bansos yang dilakukan oleh menteri sosial ini, mari kita pantau terus kasusnya. Jangan sampai seperti kasus korupsi yang menimpa kader PDIP lainnya yang sampai saat ini masih buron dan belum diketahui keberadaannya.

 

Baca Juga:
Mulai Esok, Jam Operasional LRT, MRT serta Transjakarta Kembali Normal

Mulai Esok, Jam Operasional LRT, MRT serta Transjakarta Kembali Normal

Nasional      

16 Maret 2020 | 733


Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo melaporkan, waktu operasional ketiga transportasi publik di Jakarta hendak kembali wajar pada Selasa (17/3/2020) esok. Ketiga ...

Tips Menabung Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Meningkatkan Nilai Keuangan Anda

Tips Menabung Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Meningkatkan Nilai Keuangan Anda

Tips      

25 Nov 2020 | 450


Selain menabung di bank, investasi juga merupakan cara yang tepat untuk mengelola keuangan Anda. Apakah Anda sudah mempunyai target tabungan? Atau mungkin Anda salah satu orang yang ...

Rekomendasi Wifi Rumahan Paling Bagus

Rekomendasi Wifi Rumahan Paling Bagus

Tips      

22 Mei 2020 | 897


Saat ini koneksi internet menjadi kebutuhan sekunder manusia karena hampir semua aktivitas membutuhkan internet. Apalagi saat kondisi saat ini yang mengharuskan orang untuk tetap di rumah ...

Apakah Aman Mengkonsumsi Obat Berbahan Herbal Bagi Kesehatan Tubuh?

Apakah Aman Mengkonsumsi Obat Berbahan Herbal Bagi Kesehatan Tubuh?

Obat Herbal      

18 Sep 2019 | 752


Apakah Aman Mengkonsumsi Obat Berbahan Herbal Bagi Kesehatan Tubuh? - Sekarang ini marak penggunaan obat-obatan yang terbuat dari bahan alami atau disebut juga dengan herbal. Masyarakat ...

Zambuk Salep Herbal Ampuh Mengobati dan Mengatasi Berbagai Masalah Kulit

Zambuk Salep Herbal Ampuh Mengobati dan Mengatasi Berbagai Masalah Kulit

Obat Herbal      

24 Okt 2021 | 318


Digigit serangga selain menimbulkan rasa gatal juga mengakibatkan kulit terasa nyeri. Hal tersebut jangn disepelekan karena dapat menyebabkan bekas yang sulit dihilangkan. Untuk mengatasi ...

WHO: Pulihnya Wuhan Memberikan Harapan kepada Dunia

WHO: Pulihnya Wuhan Memberikan Harapan kepada Dunia

Nasional      

21 Maret 2020 | 1223


Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual di Jenewa, menyatakan laporannya pada Jumat (20/3/2020), bahwa dari pusat asli di China dari ...

Copyright © KabarMingguan.com 2022 - All rights reserved