hijab
Dampak Radiasi Gadget Bagi Anak-Anak

Dampak Radiasi Gadget Bagi Anak-Anak

11 Sep 2019
1377x
Ditulis oleh : FDT

Anak pada masa sekarang sangat sulit dipisahkan dari gadget-nya. Handphone dan tablet kini sudah identik dengan mainan bagi anak. Orangtua beranggapan bahwa stimulasi dari aplikasi-aplikasi mutakhir bisa membuat anak semakin pintar. Gadget juga menjadi cara ampuh membuat anak-anak anteng.

Gadget yang tadi disebutkan kebanyakan terkoneksi dengan perangkat wireless. Bicara wireless, ini berarti data yang keluar-masuk dihantarkan oleh frekwensi gelombang elektromagnetik. Gelombang tersebut merupakan bentuk energi yang juga memiliki daya tembus dan dapat mempengaruhi jaringan hidup. Frekwensi yang dipancarkan oleh telepon genggam maupun tablet berada di kisaran 800-2540 MHz. Walaupun tidak sekuat sinar X yang merupakan jenis radiasi terionisasi dan mampu mengubah material genetik, radiasi yang dipancarkan gadget yang kerap dipegang anak tetap memiliki pengaruh.

Anak berisiko tinggi terkena radiasi gadget yang berbahaya. Anak-anak lebih rentan terhadap radiasi yang dipancarkan gadget, karena:

  • Sistem kekebalan tubuh pada anak-anak belum sesempurna orang dewasa, sehingga lebih lemah dalam menangkal gangguan akibat penetrasi radiasi.
  • Dibanding orang dewasa, anak-anak zaman sekarang sudah terpapar teknologi nirkabel sejak kecil sehingga waktu ‘bersentuhan’ dengan radiasi lebih panjang.
  • Anak lebih banyak menyerap energi (dalam hal ini radiasi) daripada orang dewasa karena memiliki ukuran kepala dan otak yang lebih kecil, tulang tengkorak yang lebih tipis, telinga yang lebih elastis, jumlah sel darah yang lebih sedikit, dan sel saraf yang sedang giat bertumbuh.
  • Sel-sel pada anak tumbuh dan berkembang lebih cepat daripada orang dewasa, sehingga sel tersebut rentan berubah menjadi kanker. Jika demikian, penyebarannya akan lebih dahsyat.

Berdasarkan penelitian ketika radiasi dari gadget memasuki kepala, orang dewasa menyerapnya sebanyak 25%, anak usia 10 tahun sebanyak 50%, dan tertinggi pada anak usia 5 tahun, yaitu 75%.  Oleh karenanya, risiko radiasi ini akan lebih besar pada anak yang sudah ‘akrab’ dengan gadget di usia kurang dari 16 tahun.

Gangguan penglihatan

Penggunaan mobile gadget terlalu sering pada anak juga dapat menyebabkan kerusakan pada sistem penglihatan. Radiasi dapat menginduksi ikatan kromosom pada sel epitel kornea mata dan meningkatkan suhu pada bagian dalam mata. Perubahan suhu tersebut dapat meningkatkan risiko katarak dan menurunkan tingkat akurasi lensa mata.

Gangguan tidur

Jika anak susah tidur ataupun terlihat ngantuk walaupun jam tidurnya cukup, coba cek durasi dan cara penggunaan gadget-nya apakah berlebihan atau tidak. Penelitian neuropsikobiologi oleh Mann K. dan Roschke J. pada 1996 membuktikan bahwa radiasi elektromagnetik dari telepon genggam menyebabkan gangguan pada 4 fase tidur yang seharusnya dilewati anak saat terlelap. Menggunakan headset yang terkoneksi dengan gadget selama tidur juga menyebabkan susah tidur, sakit kepala, mudah bingung, dan depresi.

Risiko kanker

Banyak penelitian menyebutkan bahwa penggunaan berlebihan akan gadget, khususnya telepon genggam, dapat menyebabkan kanker. Penggunaan lebih dari 10 tahun secara konsisten lebih dari 20 menit per hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker otak, yakni glioma (kanker sel glial, yakni sel yang menyokong sistem saraf pusat) dan accoustic neuroma (tumor jinak pada sel otak yang berhubungan dengan pendengaran).

Gangguan belajar

The Russian National Committee in Non-Iionizing Radiation Protection dengan tegas menyebutkan bahwa penggunaan telepon genggam harus dibatasi. Jika tidak dibatasi secara jangka pendek dapat menyebabkan gangguan ingatan, penurunan fokus, serta menganggu kemampuan belajar dan berpikir. Dan dalam jangka panjang menimbulkan bahaya depresi serta kerusakan struktur saraf otak.

Radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget memang tak terlihat, efeknya pun tak instan terasa. Oleh karenanya, bijaklah dalam memberi izin anak menggunakan gadget.

Berita Terkait
Baca Juga:
Deforestasi Legal Tinggi di Sumatra: Hutan yang Menangis dan Masa Depan yang Terancam

Deforestasi Legal Tinggi di Sumatra: Hutan yang Menangis dan Masa Depan yang Terancam

Politik      

23 Jan 2026 | 33


Di Pulau Sumatra, hutan yang dulunya hijau dan lebat kini perlahan kehilangan nyawanya. Pepohonan tinggi yang menyejukkan, sungai yang mengalir jernih, dan tanah subur yang menopang ...

Penjualan Tetap Lambat Meski Promosi Online Sudah Maksimal? Ini Alasan Anda Harus Menggunakan Jasa Online Marketing

Penjualan Tetap Lambat Meski Promosi Online Sudah Maksimal? Ini Alasan Anda Harus Menggunakan Jasa Online Marketing

Tips      

29 Des 2025 | 55


Di era digital seperti sekarang, hampir semua bisnis berusaha memanfaatkan internet untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Media sosial rutin diisi konten, iklan online dijalankan, dan ...

Kegunaan Video Animasi dan Video Explainer sebagai Alat Komunikasi Bisnis Modern

Kegunaan Video Animasi dan Video Explainer sebagai Alat Komunikasi Bisnis Modern

Tips      

7 Agu 2025 | 757


Di era digital yang serba cepat dan visual, menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis. Teks panjang seringkali diabaikan, gambar ...

https://masoemuniversity.ac.id/

Mimpi Besar, Langkah Kecil: Kisah Perjuangan Karyawan Bandung

Pendidikan      

2 Agu 2024 | 297


Bandung, sebuah kota yang dikenal dengan keindahan alamnya dan budayanya yang kaya. Di tengah kota ini, terdapat banyak kisah inspiratif tentang perjuangan karyawan yang berjuang untuk ...

Dadan Hamdani Mantan Jokowers

Anies-Muhaimin dan Dukungan Tidak Terduga dari Mantan Jokowers 2019 yang Viral

Politik      

12 Okt 2023 | 389


Mantan Relawan Jokowi atau yang sering disebut Jokowers yang Viral tahun 2019 dengan punggungnya, Dadan Hamdani, telah mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan Anies-Muhaimin dalam ...

Tips Agar Konten Promosi Terlihat Natural dan Tidak Kaku di Mata Audiens: Seni Soft Selling 2026

Tips Agar Konten Promosi Terlihat Natural dan Tidak Kaku di Mata Audiens: Seni Soft Selling 2026

Tips      

3 Jan 2026 | 85


Di tahun 2026, audiens digital telah mengembangkan "radar" yang sangat peka terhadap iklan. Begitu mereka melihat konten yang terasa seperti promosi terang-terangan (hard ...

Copyright © KabarMingguan.com 2026 - All rights reserved