MU
Dampak Radiasi Gadget Bagi Anak-Anak

Dampak Radiasi Gadget Bagi Anak-Anak

11 Sep 2019
134x
Ditulis oleh : FDT

Anak pada masa sekarang sangat sulit dipisahkan dari gadget-nya. Handphone dan tablet kini sudah identik dengan mainan bagi anak. Orangtua beranggapan bahwa stimulasi dari aplikasi-aplikasi mutakhir bisa membuat anak semakin pintar. Gadget juga menjadi cara ampuh membuat anak-anak anteng.

Gadget yang tadi disebutkan kebanyakan terkoneksi dengan perangkat wireless. Bicara wireless, ini berarti data yang keluar-masuk dihantarkan oleh frekwensi gelombang elektromagnetik. Gelombang tersebut merupakan bentuk energi yang juga memiliki daya tembus dan dapat mempengaruhi jaringan hidup. Frekwensi yang dipancarkan oleh telepon genggam maupun tablet berada di kisaran 800-2540 MHz. Walaupun tidak sekuat sinar X yang merupakan jenis radiasi terionisasi dan mampu mengubah material genetik, radiasi yang dipancarkan gadget yang kerap dipegang anak tetap memiliki pengaruh.

Anak berisiko tinggi terkena radiasi gadget yang berbahaya. Anak-anak lebih rentan terhadap radiasi yang dipancarkan gadget, karena:

  • Sistem kekebalan tubuh pada anak-anak belum sesempurna orang dewasa, sehingga lebih lemah dalam menangkal gangguan akibat penetrasi radiasi.
  • Dibanding orang dewasa, anak-anak zaman sekarang sudah terpapar teknologi nirkabel sejak kecil sehingga waktu ‘bersentuhan’ dengan radiasi lebih panjang.
  • Anak lebih banyak menyerap energi (dalam hal ini radiasi) daripada orang dewasa karena memiliki ukuran kepala dan otak yang lebih kecil, tulang tengkorak yang lebih tipis, telinga yang lebih elastis, jumlah sel darah yang lebih sedikit, dan sel saraf yang sedang giat bertumbuh.
  • Sel-sel pada anak tumbuh dan berkembang lebih cepat daripada orang dewasa, sehingga sel tersebut rentan berubah menjadi kanker. Jika demikian, penyebarannya akan lebih dahsyat.

Berdasarkan penelitian ketika radiasi dari gadget memasuki kepala, orang dewasa menyerapnya sebanyak 25%, anak usia 10 tahun sebanyak 50%, dan tertinggi pada anak usia 5 tahun, yaitu 75%.  Oleh karenanya, risiko radiasi ini akan lebih besar pada anak yang sudah ‘akrab’ dengan gadget di usia kurang dari 16 tahun.

Gangguan penglihatan

Penggunaan mobile gadget terlalu sering pada anak juga dapat menyebabkan kerusakan pada sistem penglihatan. Radiasi dapat menginduksi ikatan kromosom pada sel epitel kornea mata dan meningkatkan suhu pada bagian dalam mata. Perubahan suhu tersebut dapat meningkatkan risiko katarak dan menurunkan tingkat akurasi lensa mata.

Gangguan tidur

Jika anak susah tidur ataupun terlihat ngantuk walaupun jam tidurnya cukup, coba cek durasi dan cara penggunaan gadget-nya apakah berlebihan atau tidak. Penelitian neuropsikobiologi oleh Mann K. dan Roschke J. pada 1996 membuktikan bahwa radiasi elektromagnetik dari telepon genggam menyebabkan gangguan pada 4 fase tidur yang seharusnya dilewati anak saat terlelap. Menggunakan headset yang terkoneksi dengan gadget selama tidur juga menyebabkan susah tidur, sakit kepala, mudah bingung, dan depresi.

Risiko kanker

Banyak penelitian menyebutkan bahwa penggunaan berlebihan akan gadget, khususnya telepon genggam, dapat menyebabkan kanker. Penggunaan lebih dari 10 tahun secara konsisten lebih dari 20 menit per hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker otak, yakni glioma (kanker sel glial, yakni sel yang menyokong sistem saraf pusat) dan accoustic neuroma (tumor jinak pada sel otak yang berhubungan dengan pendengaran).

Gangguan belajar

The Russian National Committee in Non-Iionizing Radiation Protection dengan tegas menyebutkan bahwa penggunaan telepon genggam harus dibatasi. Jika tidak dibatasi secara jangka pendek dapat menyebabkan gangguan ingatan, penurunan fokus, serta menganggu kemampuan belajar dan berpikir. Dan dalam jangka panjang menimbulkan bahaya depresi serta kerusakan struktur saraf otak.

Radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget memang tak terlihat, efeknya pun tak instan terasa. Oleh karenanya, bijaklah dalam memberi izin anak menggunakan gadget.

Berita Terkait
Baca Juga:
Masker Rambut Dari Bahan Alami Untuk Mengatasi Rambut Kering

Masker Rambut Dari Bahan Alami Untuk Mengatasi Rambut Kering

Tips      

27 Sep 2019 | 124


Masker Rambut Dari Bahan Alami Untuk Mengatasi Rambut Kering - Rambut merupakan salah satu bagian terpenting untuk menunjang penampilan akan tetapi juga paling rentan untuk terkena masalah, ...

Buy Muslim First di Indonesia

Buy Muslim First di Indonesia

Nasional      

31 Okt 2019 | 118


Buy Muslim First di Indonesia Gerakan “Buy Muslim First” dari Malaysia, sepertinya akan sampai di Indonesia. Di Malaysia, gerakan ini berhasil membuat perekonomian lebih ...

Jual Beras Organik RHT Murah Wilayah Cirebon

Jual Beras Organik RHT Murah Wilayah Cirebon

Tips      

7 Agu 2019 | 246


Jual Beras Organik RHT Murah Wilayah Cirebon - Mengapa kita harus mengkonsumsi beras organik? Salah satu penyebab terbesar menurunnya daya tahan tubuh manusia adalah munculnya ...

Trik Cerdas Tingkatkan Engagement Instagram Ala Dewa Eka Prayoga

Trik Cerdas Tingkatkan Engagement Instagram Ala Dewa Eka Prayoga

Tips      

19 Feb 2020 | 72


Beriklan di Instagram saat ini bisa dibilang mulai diperketat, dan ada beberapa aturan baru yang Instagram tetapkan untuk para penggunakan. Salah satunya adalah mengenai engagement. ...

Rahasia Khasiat Kunyit Sebagai Obat Asam Lambung (GERD) Herbal

Rahasia Khasiat Kunyit Sebagai Obat Asam Lambung (GERD) Herbal

Obat Herbal      

15 Jan 2020 | 33


Rahasia Khasiat Kunyit Sebagai Obat Asam Lambung (GERD) Herbal - Penyakit asam lambung atau Gerd adalah suatu kondisi yang terjadi akibat naiknya asam lambung menuju esofagus dan ...

 Apakah Anda Pengguna Gadget Kreatif Atau Konsumtif ?

Apakah Anda Pengguna Gadget Kreatif Atau Konsumtif ?

Gadget      

19 Jul 2019 | 175


Kemajuan zaman yang semakin pesat diiringi dengan kemajuan teknologi. Dimana peralatan yang dulu hanya ada dalam angan-angan manusia sekarang satu persatu telah dapat diwujudkan. Teknologi ...

Copyright © KabarMingguan.com 2020 - All rights reserved