Strategi Pengelolaan Sampah dan Limbah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa untuk Kota Langsa

Oleh FDT, 23 Okt 2025
Kota Langsa menghadapi tantangan besar di bidang persampahan dan limbah. Laporan terbaru menyebut bahwa timbulan sampah di Kota Langsa mencapai 94,44 ton per hari.  Menanggapi kondisi ini, melalui situs resmi Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa, dlhlangsa.id disusun berbagai strategi pengelolaan sampah dan limbah yang komprehensif, dengan penekanan pada pengurangan timbulan, pemilahan di sumber, layanan persampahan yang terstruktur, serta penanganan limbah berbahaya dan beracun (B3). Artikel ini akan menguraikan strategi-utama yang diterapkan dan bagaimana implementasinya di wilayah Kota Langsa.

1. Kerangka Kebijakan dan Organisasi

Situs dlhlangsa.id menampilkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa dibentuk sebagai perangkat daerah yang bertugas menjalankan urusan tata lingkungan, persampahan, limbah B3, dan ruang terbuka hijau, berdasarkan Peraturan Walikota dan struktur organisasi yang telah ditetapkan. 

Dalam struktur organisasi disebutkan bidang khusus “Bidang Pengelolaan Persampahan” yang bertugas menyusun kebijakan pengurangan, penanganan sampah dan pelayanan persampahan. 
Dengan kerangka organisasi yang jelas, Kota Langsa memiliki landasan untuk strategi yang sistematis dalam pengelolaan sampah dan limbah.

2. Strategi Pengurangan Timbulan Sampah

Mengacu pada laporan, Kota Langsa memiliki target untuk mengurangi timbulan sampah melalui beberapa pendekatan strategis:


Pemilahan di sumber – Mengedukasi masyarakat untuk memisahkan sampah organik, anorganik, dan berbahaya agar pengelolaan berikutnya menjadi lebih efisien. Sebuah studi di Kota Langsa mencatat edukasi pengelolaan limbah plastik di sekolah sebagai bagian dari upaya ini. 
Peningkatan kapasitas armada persampahan dan sarana TPA/TPST – Masalah yang dihadapi adalah keterbatasan armada dan prasarana. Laporan menyebut bahwa diperlukan armada berat seperti buldozer dan excavator untuk pengangkutan sampah. 
Penyediaan bak sampah komunal dan pengangkut lokal – Pemerintah Kota Langsa menargetkan setiap dusun memiliki kendaraan pengangkut (misalnya becak sampah) dan bak sampah terletak di titik-strategis. 
Pengembangan bank sampah atau pemanfaatan sampah sebagai bahan bernilai ekonomi – Meskipun belum banyak data spesifik untuk Langsa, strategi serupa di daerah lain menunjukkan bahwa pemilahan dan nilai ekonomis dapat membantu mengurangi timbulan akhir. 


Melalui strategi-ini, dlhlangsa.id berupaya menekan timbulan sampah sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan.

3. Penanganan Limbah dan Persampahan Terintegrasi

Penanganan limbah bukan hanya mengenai sampah rumah tangga, tetapi juga limbah industri, limbah B3, dan persampahan umum. Strategi yang diterapkan di Langsa meliputi:


Monitoring dan penegakan regulasi – Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa memiliki fungsi monitoring, evaluasi, dan pelaporan dalam bidang pengelolaan limbah B3. 
Peningkatan sarana dan prasarana limbah – Laporan menunjukkan perlunya fasilitas pengolahan limbah medis, limbah industri, dan prasarana TPA yang memadai. 
Tanggap darurat lingkungan – Sebagai contoh, ketika terjadi hujan deras dan ranting pohon tumbang, DLH Langsa segera mengerahkan tim kebersihan untuk membersihkan lokasi sehingga sampah tidak menumpuk dan menyebabkan masalah lingkungan. 


Dengan mengintegrasikan layanan persampahan dan limbah secara terstruktur, Langsa berusaha menciptakan sistem yang lebih tangguh terhadap beban lingkungan.

4. Edukasi, Partisipasi Publik dan Kolaborasi

Salah satu kunci sukses strategi pengelolaan sampah dan limbah adalah keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan. Di Kota Langsa:


Program edukasi lingkungan di sekolah seperti SDN 2 Langsa tentang pengelolaan limbah plastik dan daur ulang, membantu membentuk budaya sejak dini. 
Dalam kerangka regulasi, terdapat Surat Edaran Walikota Langsa No.660/323/2022 tentang pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai dasar partisipasi publik. 
Situs dlhlangsa.id juga berfungsi sebagai publikasi informasi layanan persampahan, pengaduan lingkungan, dan transparansi kebijakan, sehingga masyarakat lebih mudah terakses untuk memberi masukan atau melaporkan isu.


Dengan demikian, strategi mencakup bukan hanya aspek teknis tetapi juga aspek sosial dan budaya.

5. Tantangan dan Peluang

Meskipun strategi telah disusun dengan baik, Kota Langsa menghadapi tantangan nyata:


Kebutuhan besar akan armada dan sarana persampahan: armada lama dan alat berat yang terbatas menjadi kendala utama. 
Infrastruktur pengolahan limbah B3 dan industri belum optimal, sehingga perlu peningkatan kapasitas. 
Akses dan kesadaran masyarakat untuk pemilahan dan partisipasi masih harus ditingkatkan, terutama di wilayah dusun dengan armada pengangkut terbatas.


Di sisi lain, terdapat peluang:


Pemanfaatan teknologi digital melalui situs dlhlangsa.id sebagai kanal informasi dan layanan publik dapat diperkuat untuk memperluas jangkauan.
Pengembangan ekonomi sirkular dari sampah misalnya bank sampah atau pengolahan material daur ulang dapat membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat dan kota.


Kolaborasi lintas sektor (pemerintah, swasta, masyarakat) bisa diperluas untuk inovasi pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

6. Kesimpulan

Pengelolaan sampah dan limbah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa melalui platform dlhlangsa.id menerapkan strategi yang menyeluruh: dari kebijakan, pengurangan timbulan, peningkatan prasarana, pengelolaan limbah B3, hingga edukasi masyarakat.

Meski menghadapi tantangan signifikan seperti timbulan lebih dari 90 ton per hari dan keterbatasan armada angkah-strategis yang dilakukan memperlihatkan arah yang positif menuju kondisi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.

Dengan penguatan sarana, peningkatan partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan teknologi digital lebih optimal, Kota Langsa memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan sampah dan limbah yang berhasil di wilayah Aceh dan Indonesia secara umum.

Semoga ke depan, inovasi dan pelaksanaan strategi ini semakin matang dan berdampak nyata bagi kualitas lingkungan hidup masyarakat Kota Langsa.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © KabarMingguan.com
All rights reserved