

Pada Minggu, 30 November 2025, Zulkifli Hasan Menko Bidang Pangan mengunjungi kawasan terdampak banjir bandang di Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat. Dalam video yang diunggah ke media sosial, terlihat ia memanggul sekarung beras, membersihkan lumpur rumah warga, serta membagikan bantuan logistik kepada korban bencana.
Aksi ini mendapat perhatian luas di satu sisi dianggap sebagai bentuk kepedulian langsung dari pejabat tinggi kepada masyarakat terdampak. Namun di sisi lain, banyak yang menyuarakan kritik tajam, mempertanyakan motif di balik gerakan tersebut.
Sebab Kritik: Konten, Kamera, dan Kesannya “Pencitraan”
* Fokus pada Video dan Sorotan Media
Salah satu aspek yang paling mendapat sorotan adalah publikasi video bantuan itu sendiri. Dalam rekaman tersebut, selain membagikan bantuan beras dan membantu bersihkan rumah, tampak petugas merekam secara intens dengan kamera, mikrofon, dan interaksi yang tampak diarahkan.
Banyak netizen kemudian menilai bahwa tindakan itu lebih sebagai “konten” ketimbang respons cepat terhadap bencana. Kritik itu muncul karena dianggap menonjolkan citra pribadi pejabat bukan semata menolong warga.
* Aksi Simbolis vs. Kebijakan Struktural
Beberapa pengkritik berpendapat bahwa menghadirkan bantuan dan turun langsung ke lokasi bencana tidak cukup bila tidak diikuti dengan kebijakan struktural jangka panjang misalnya perbaikan sistem tanggap bencana, mitigasi risiko, pemulihan habitat, atau penanganan penyebab bencana. Dalam sorotan itu, aksi simbolis seperti memanggul beras dianggap sebagai “perbaikan publikasi”, bukan solusi nyata.
* Reaksi Masyarakat dan Netizen
Di media sosial dan kolom komentar publik, ada beragam respons negatif. Beberapa menyebut aksi tersebut sebagai “pencitraan pejabat”, “sandiwara”, atau “tampak heroik di depan kamera”.
Namun, di sisi lain, ada pihak yang membela, menyatakan bahwa setiap bantuan — sekecil apapun — tetap penting bagi korban.
Pembelaan dan Respons dari Pihak Bersangkutan
Menanggapi kritikan tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa setiap bantuan meskipun hanya satu karung beras atau satu tindakan simbolis bisa sangat berarti bagi masyarakat terdampak. Ia mengatakan bahwa fokus utamanya adalah memastikan bantuan cepat sampai, bukan sekadar popularitas.
Sementara itu, partai dan pendukungnya juga membela tindakan itu sebagai bentuk empati nyata dan kehadiran pemerintah di tengah krisis.
Apa Pelajaran dari Kontroversi Ini?
Kemuliaan niat tidak cukup: Saat pejabat turun langsung, publik tentunya menghargai aksi nyata. Namun, ketika bantuan dikombinasikan dengan publikasi masif berupa video, foto, dan sorotan media wajar kalau muncul pertanyaan tentang motivasi.
Transparansi dan keberlanjutan lebih penting daripada momen: Warga terdampak butuh lebih dari sekadar distribusi bantuan cepat mereka membutuhkan rencana pemulihan jangka panjang, rehabilitasi rumah, akses layanan, serta langkah preventif agar bencana serupa tidak terulang.
Kritik bukan cuma soal citra politik, tetapi akuntabilitas: Banyak yang menilai bahwa dalam bencana besar, pejabat seharusnya konsisten bekerja di balik layar; bukan menciptakan “panggung simpati”.
Aksi Zulkifli Hasan membantu korban banjir bandang di Padang memang memunculkan dua interpretasi: di satu sisi sebagai bentuk kepedulian dan empati pejabat terhadap rakyat; di sisi lain sebagai aksi yang berpotensi jatuh ke ranah politik dan pencitraan.
Dalam setiap bencana, tindakan nyata dan transparansi jauh lebih berarti daripada sekadar narasi heroik. Publik berhak menagih hasil bukan hanya momen agar bantuan benar-benar membawa perubahan, bukan cuma konten.
Masoem University: Pelopor Pendidikan Inklusif dan Berkualitas di Bandung
26 Jun 2024 | 532
Masoem University merupakan salah satu universitas unggulan di Bandung yang memiliki berbagai keunggulan dan fasilitas pendidikan yang memadai. Sebagai universitas yang menerima KIP (Kartu ...
Menyiapkan Diri Menuju Fakultas Kedokteran: Memahami dan Menguasai Materi Seleksi Masuk
17 Jan 2026 | 21
Fakultas Kedokteran selalu menempati posisi istimewa sebagai salah satu program studi paling diminati di Indonesia. Banyak calon mahasiswa berlomba-lomba untuk dapat menembus fakultas ini ...
Persiapan Ujian PPPK: Perjalanan Calon ASN Menuju Sukses
19 Jan 2026 | 23
Bagi banyak orang, menjadi aparatur sipil negara (ASN) adalah sebuah cita-cita besar. Untuk mereka yang mendaftar sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), ujian PPPK ...
Indonesia Memulai Uji Coba Minggu Kerja 4 Hari Standar untuk Karyawan BUMN
14 Jun 2024 | 505
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk memulai uji coba minggu kerja 4 hari standar untuk karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di berbagai sektor. Langkah ini diambil ...
Keuntungan Melamar Kerja Melalui Portal Lowongan Kerja
14 Jul 2021 | 1005
Sekarang ini Dengan internet segala sesuatu yang dilakukan akan menjadi lebih praktis, termasuk ketika Anda mencari lowongan kerja dan ingin melamar suatu pekerjaan sekalipun. Dan ...
Kelebihan Menggunakan Jasa Akuntansi Profesional
9 Feb 2026 | 8
Pentingnya Jasa Akuntansi dalam Pengelolaan Bisnis Dalam dunia usaha yang semakin kompetitif, pengelolaan keuangan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan bisnis. Banyak pelaku ...